Yakin Dewan Terlibat Korupsi, AMMUK Kembali ‘Mengamuk”

PURWAKARTA, purwasukanews – Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Untuk Kebenaran (AMMUK) memenuhi janjinya untuk terus menggelar aksi moral penuntasan kasus SPPD Fiktif di Setwan Purwakarta.

Kali ini, aksi digelar di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, di Jalan Siliwangi, Jumat (30/8) siang.

Sama seperti aksi sebelumnya, AMMUK yang terdiri dari KAMMI, HMI, dan IMM itu mempertanyakan keseriusan Kejari Purwakarta dalam menangani kasus tersebut.

Mereka meyakini adanya keterlibatan dewan dalam kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 2,4 miliar itu. AMMUK menyesalkan hingga saat ini Kejari terkesan ‘melindungi’ para legislator dan hanya mempidana dua orang ASN dari Setwan.

Setelah beberapa lama berorasi di halaman kantor Kejari, para mahasiswa diterima pihak Kejari untuk beraudiensi. Mereka dipertemukan dengan Kasi Intel Kejari Fauzul Ma’ruf.

Koordinator AMMUK Didin Wahidin meminta penjelasan pihak Kejari ikhwal perjalanan kasus korupsi SPPD Fiktif. Mereka juga mendesak agar uang negara yang telah ‘dicicipi’ para pelaku korupsi, segera dikembalikan kepada negara.

"Kami meyakini adanya keterlibatan dewan dalam kasus korupsi ini,” tandas Didin yang juga Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta ini. Di hadapan AMMUK, Kasi Intel Kejari Fauzul Maruf menjelaskan, sebagian uang negara yang dikorupsi telah dikembalikan kepada negara. Lebih dari Rp 300 juta.

Dikatakannya, semua pihak harus membedakan antara asumsi hukum dengan fakta hukum. Dia mengatakan, dalam putusan yang merupakan hasil dari fakta persidangan, tak disebutkan adanya keterlibatan anggota dewan.

Namun demikian, pihaknya tetap mengapresiasi para mahasiswa yang dinilainya peduli mengawal kasus korupsi yang cukup menghebohkan itu.

Saat acara pengucapan sumpah DPRD Purwakarta periode 2019-2024 beberapa waktu lalu, AMMUK menggelar aksi moral di depan Gedung DPRD. Dalam aksi tersebut, sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dengan pihak kepolisian.

Dalam aksi Jumat (30/8) hari ini, aksi berjalan lebih kondusif. Tak terjadi ketegangan. Polisi tak terlalu banyak mengeluarkan keringat sepanjang mengawal AMMUK.(tbs)

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Berita Terkait: