KMP Setia Menunggu Kabar dari Kejagung

PURWAKARTA, purwasukanews – Komunitas Masyarakat  Purwakarta (KMP) tak mengendurkan langkahnya. Komunitasi ini  terus mendesak Kejari agar mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk memerika legislator Purwakarta yang diduga terlibat korupsi SPPD Fiktif.

Setelah pekan kemarin mendatangi Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) Jakarta,  kini KMP intens berkomunikasi dengan lembaga yudikatif tersebut.

“Kami terus meng-update kabar dari Kejagung dengan berkomunikasi melalui sambungan telepon,” kata Ketua KMP Zaenal Abidin, Senin (19/8).

Dia mengatakan, pihaknya menunggu kabar Kejagung yang dalam waktu dekat akan kembali meminta KMP bertolak ke Jakarta. “Dalam waktu dekat kami akan kembali ke Kejagung,” terang Zaenal.

Sejauh ini, pihaknya masih optimistis Kejagung sebagai institusi tertinggi lembaga yudikatif akan mendengar dan mengabulkan permohonannya.

Sementara itu, purwasukanews memperoleh kabar bahwa gerakan KMP membuat kalangan dewan was-was. Kendati tak diperlihatkan secara eksplisit, namun para anggota dewan, khususnya para petahana mulai merasa kegerahan.

“Ada upaya membungkam KMP dengan cara-cara tertentu. Hal itu mencuat di sela rapat pembentukan fraksi beberapa waktu lalu,” ujar seorang sumber di gedung dewan.

Sebelumnya, anggota Awod Abdul Ghadir, berjanji akan terus mengawal kasus korupsi SPPD Fiktif, ”Apapun rintangannya,’ kata Awod beberapa waktu lalu.

Diberitakan sebelumnya, tiga pentolan KMP mendatangi kantor Kejagung   pekan silam. Mereka merasa perlu Kejagung turun tangan dalam penanganan kasus ini.

KMP menganggap tak tersentuhnya para legislator Purwakarta secara hukum, karena terjadi keganjilan-keganjilan pada proses penanganannya.

Selain ke kantor Kejagung, pekan silam KMP juga mendatangi Gedung KPK untuk keperluan yang sama.(tbs)

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Berita Terkait: