Di Tengah Imbauan Rajin Cuci Tangan, Air PDAM Malah Mati

PURWAKARTA, purwasukanews – Warga Perumahan Dian Anyar dan Bumi Jaya Indah (BJI) Kelurahan Munjuljaya, Kecamatan Purwakarta, terpaksa harus menggunakan air sumur yang mengandung zat besi (fe) tinggi untuk keperluan mencuci dan mandi.

Kondisi ini terjadi lantaran sejak Kamis (26/3) dan Jumat (27/3) kemarin, di kedua perumahan ini air pasokan dari PDAM tidak mengalir. “Kami terpaksa menggunakan air sumur bor yang bau karat,” kata Rahmat Saepudin, warga BJI, Sabtu (28/3).

Dikatakannya, aliran air dari PDAM tak mengalir di BJI sejak Jumat kemarin. Mewakili warga, Rahmat meminta PDAM cepat tanggap atas kondisi seperti ini. “Untuk saat ini, jangan dulu bicara soal kualitas (air), soal kuanatitasnya pun belum terpenuhi,” katanya.

Ketiadaan aliran air, kata Rahmat, sangat kontradiktif dengan imbauan Pemkab Purwakarta, “Dalam menghalau Covid-19, satu sisi, kita harus berdiam diri di rumah, sering mencuci, dan jaga kebersihan. Sisi lain, untuk cuci tanganpun kita kesulitan air,” tuturnya.

“Kalaupun ada kerusakan, ya seharusnya diperbaikinya pada malam hari, supaya tidak mengganggu pasokan air,” imbuh Rahmat. Dia berharap kinerja PDAM Purwakarta lebih dioptimalkan.

Hal senada diungkapkan Zaenal Abidin, warga Perumahan Dian Anyar. Menurutnya, air PDAM tak mengalir di Dian Anyar  sejak Kamis silam. Kadang air mengalir pada siang hari, tapi tak menggelontor seperti yang diharapkan.

Saat ditanya apakah sudah melapor, Zaenal mengatakan, “Malas, PDAM biasanya kurang tanggap. Padahal banyak rumah pejabat di Dian Anyar ini,” kata Zaenal.(tbs)

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Share-->>>
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Close
PurwasukaNews.com | Jurnalisme Apa Adanya