Warganet Purwakarta Apresiasi Sikap GMBI Perangi Bank Emok

PURWAKARTA, purwasukanews – Para penggiat media sosial mendukung dan mengapresiasi sikap LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Purwakarta memerangi Bank Emok. Umumnya mereka berharap agar Pemkab Purwakarta segera bertindak atas problem sosial ini. Namun demikian tak sedikit pula warganet yang permisif dengan keberadaan Bank Emok.

Yaa bnyk yg stress bahkn ada jg yg bnh dri ragara bank emok kalo bs d berantas z,,,n d beresin m pemerintah alias d lunasin,” tulis akun Sri Mulyati di Grup Facebook Info Purwakarta.

Coba berantas…terlalu banyak orang luar bawa payung keliling2 minjemin duit…..” timpal akun Kang Imang Purnama .

Di Grup Info Purwakarta Terkini (Input), akun Luqman Mulki berkomentar, “dari puluhan aturan yg dimiliki bank emok, ada satu aturan yg merugikan manusia, tinggal dilobi saja, apakah pihak bank emok mau menghapus aturan yg merugikan itu, kalo mau silahkan berjalan, kalo gak mau kita hakimi masa aja. simple kan.”

Satuju pisan mamang, bank emok mh teu bisa ngartikeun ke adaan hayooooh kudu Aya, teu pira minjem 100 kolot abdi, hayo Weh keketrok Imah pas pasan abdi Atos uih damel jadi Weh di carekanan ku abdi bongana ker cararape hayu weh piemosieun,” timpal akun Putra Bungsu.

Kendati banyak yang mencela, ada juga warganet yang mendukung keberadaan Bank Emok.

Akun Freeline Stylis menulis, “RENTENIR GA SALAH, KARNA SEBELUM MEMINJAMKAN PASTI ADA PERSYARATTAN DAN RESIKO, MEREKA YG MEMINJAM PASTI SEBELUM NYA TELAH MENYANGGUPI SEGALA RESIKO!!!

Demikian juga dengan akun Hambali Hambali yang berkomentar, “Naon maksudna bank emok di larang,pamarentah ngajamin teu nyatu anak pamajikan”

Bank emok teh jeng bank keliling teh solusi terakhir daripada ngagarong. Da ngijem ka dulur sarua ripuhna ngijem ka babaturan sarua paceklikna .. Sok solusina atuh lain saukur ngaburak barik hungku” kata akun Hantu Rimba. Dan akun Karyo Parabola berkomentar, “Bang Emok itu kadang dicaci kadang dicari…”

Diberitakan sebelumnya, keberadaan Bank Emok yang jumlahnya semakin masif, membuat LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Purwakarta terusik. LSM ini menyatakan perang terhadap praktik yang ditengarai mengandung unsur riba itu.

“Menjamurnya Bank Emok meresahkan masyarakat Purwakarta. Keberadaannya melahirkan mudarat. Korbannya rakyat kecil,” ujar H. Elan Sopyan, Ketua GMBI, Jumat (20/3).

Dikatakan Elan, Senin (23/3) pekan depan, GMBI akan melayangkan surat kepada Komisi 2 DPRD dan Dinas Koperasi, UKM, Industri dan Perdagangan Purwakarta. “Kami ingin pihak yang berkompeten membubarkan Bank Emok,” tandasnya.

Elan menilai, Bank Emok umumnya berkedok koperasi simpan pinjam dan lembaga perbankan. “Padalah dalam praktiknya mereka adalah lintah darat,” tandasnya lagi.

Jika Pemkab Purwakarta tak segera bertindak, kata Selan, maka akan lebih banyak korban Bank Emok, “Umumnya adalah masyarakat kecil. Perlu dicatat, Bank Emok juga berpotensi menjadi pemicu kejahatan. Contohnya, ada seorang Ketua RT di Sukatani yang terpaksa mencuri karena punya tunggakan kepada Bank Emok,” kata Elan.

Di Jawa Barat, termasuk di Purwakarta, istilah Bank Emok sangat familiar. Dikatakan Emok, karena pada saat transaksi dengan petugasnya, para calon peminjam yang umumnya kaum perempuan duduk bersila (Emok, Bahasa Sunda).(tbs)

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Share-->>>
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Close
PurwasukaNews.com | Jurnalisme Apa Adanya