Bank Emok Menggurita di Purwakarta. Ini Penyebabnya

PURWAKARTA, purwasukanews – Keberadaan Bank Emok yang meresahkan masyarakat di Purwakarta merupakan fakta yang tak terbantahkan. Namun sejauh ini belum ada tindakan konkret dari para pemangku jabatan. Akibatnya, Bank Emok terus menggurita.

Anggota Komisi 2 DPRD Purwakarta Agus Sugiyanto mengaku sudah banyak menerima laporan miring dari masyarakat terkait praktik Bank Emok. Namun diakuinya pula bahwa hingga saat ini DPRD belum mengambil sikap.

“Saya akan usul ke rekan-rekan di Komisi 2 untuk menyikapi problem sosial ini,” kata Agus, Sabtu (21/3). Dikatakannya, ada banyak faktor penyebab mengapa praktik Bank Emok sedemikian masif dan bebas.

“Salah satu penyebabnya, lembaga keuangan atau perbankan yang ada di Purwakarta tidak berpihak kepada rakyat kecil. Misalnya dari sisi sistem pinjaman yang sangat susah dan berbelit. Nah, akhirnya masyarakat mengambil jalan pintas, pinjam uang ke Bank Emok yang secara prosedural lebih gampang, meskipun pada akhirnya menjerat,” kata Agus.

Lembaga keuangan atau perbankan yang dimaksud Agus, misalnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR). “BPR terkesan enggan membantu masyarakat kelas bawah. Itu problemnya,” imbuh dia.

Untuk itu Agus akan mengajukan usul di internal Komisi 2 untuk memanggil instansi-instansi yang terkait dengan lembaga keuangan.

Dia berencana beraudiensi dengan Badan Penanaman Modal Satu Pintu (BPMTSP) yang memberi izin praktik lembaga keuangan, dan Dinas Koperasi, UKM, Peridustrian dan Perdagangan yang berwenang mengurus koperasi.

“Selain itu, perlu juga menghadirkan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD). Saya akan membahasnya dengan rekan-rekan di Komisi 2,” tuturnya.

Agus melanjutkan, jika lembaga-lembaga keuangan/perbankan tak memiliki kepedulian terhadap masyarakat Purwakarta, sebaiknya BPMTSP menghentikan saja izin usahanya.

Pada satu sisi, lembaga keuangan tersebut sulit memberi bantuan kepada masyarakat kecil. Namun pada sisi lain malah terlalu memberi kemudahan  kepada para ASN. “Meskipun pada akhirnya banyak dana yang macet di kalangan ASN, hingga miliaran rupiah,” tambah Agus.

Untuk menyikapi kondisi tersebut, kata Agus, harusnya Pemkab Purwakarta memiliki ketegasan dan segera bertindak.

Diberitakan sebelumnya, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Purwakarta menolak keras kehadiran Bank Emok di Purwakarta.

Pekan depan, GMBI akan melayangkan surat kepada Komisi 2 DPRD dan Dinas Koperasi, UKM, Industri dan Perdagangan Purwakarta. “Kami ingin pihak yang berkompeten membubarkan Bank Emok,” tandas Elan.

Menurut Elan, Bank Emok sudah lama berpraktik di Purwakarta. “Tapi Pemkab Purwakarta tutup mata. Sebenarnya tahu, tapi tak ada tindakan apa-apa,” imbuh dia.

Elan menilai, Bank Emok umumnya berkedok koperasi simpan pinjam dan lembaga perbankan. “Padalah dalam praktiknya mereka adalah lintah darat,” tandasnya lagi.(tbs)

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Share-->>>
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Close
PurwasukaNews.com | Jurnalisme Apa Adanya