Di Purwakarta, Ancaman “Virus” Bank Emok Tak Kalah Dahsyat dengan Covid-19

PURWAKARTA, purwasukanews – Geger pandemik Corona Virus Disease (Covid) 19, meluputkan keberadaan Bank Emok yang tengah menggurita di Purwakarta. Padahal, Bank Emok alias praktik rentenir pun merupakan ancaman bagi masyarakat.

Keberadaan Bank Emok yang jumlahnya semakin masif, membuat LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Purwakarta terusik. LSM ini tanpa tedeng aling-aling menyatakan perang terhadap praktik yang ditengarai mengandung unsur riba itu.

“Menjamurnya Bank Emok telah meresahkan masyarakat Purwakarta. Keberadaannya melahirkan mudarat. Korbannya rakyat kecil,” ujar H. Elan Sopyan, Ketua GMBI, Jumat (20/3).

Alasan itulah yang membuat GMBI menolak keras kehadiran Bank Emok di Purwakarta. Sebagai langkah awal, GMBI memasang sejumlah sepanduk di beberapa titik. Isinya, melarang Bank Emok masuk ke desa-desa.

Dikatakan Elan, Senin (23/3) pekan depan, GMBI akan melayangkan surat kepada Komisi 2 DPRD dan Dinas Koperasi, UKM, Industri dan Perdagangan Purwakarta. “Kami ingin pihak yang berkompeten membubarkan Bank Emok,” tandasnya.

Menurut Elan, Bank Emok sudah lama berpraktik di Purwakarta. “Tapi Pemkab Purwakarta tutup mata. Sebenarnya tahu, tapi tak ada tindakan apa-apa,” imbuh dia.

Elan menilai, Bank Emok umumnya berkedok koperasi simpan pinjam dan lembaga perbankan. “Padalah dalam praktiknya mereka adalah lintah darat,” tandasnya lagi.

Dia melanjutnya, dari sisi perbankan, Bank Emok melanggar peraturan yang ditetapkan Bank Indonesia.

“Diantaranya, menerapkan sistem bunga berbunga, adanya potongan 10 persen pada saat peminjaman, dan menerapkan sistem pinjaman kelompok/kolektif. Artinya, jika seseorang telat bayar, maka kelompok itu harus tanggung renteng membayar,” terang Elan.

Selain itu, imbuh dia, penagihannya pun tak mengenal waktu, “Menagih dilakukan pada malam hari, di luar jam kerja,” kata Elan.

Jika Pemkab Purwakarta tak segera bertindak, kata Selan, maka akan lebih banyak korban Bank Emok, “Umumnya adalah masyarakat kecil. Perlu dicatat, Bank Emok juga berpotensi menjadi pemicu kejahatan. Contohnya, ada seorang Ketua RT di Sukatani yang terpaksa mencuri karena punya tunggakan kepada Bank Emok,” kata Elan.

Di Jawa Barat, termasuk di Purwakarta, istilah Bank Emok sangat familiar. Dikatakan Emok, karena pada saat transaksi dengan petugasnya, para calon peminjam yang umumnya kaum perempuan duduk bersila (Emok, Bahasa Sunda).(tbs)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Share-->>>
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Close
PurwasukaNews.com | Jurnalisme Apa Adanya