DPC PKB Purwakarta Perlu ‘Pilot’ Baru

PURWAKARTA, purwasukanews – Dinamika politik di internal DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Purwakarta menghangat menjelang perhelatan Musyawarah Cabang (Muscab). Sejumlah kader berharap ada figur baru yang akan memimpin DPC PKB Purwakarta.

Salah satu kader PKB yang secara eksplisit menghendaki adanya kepemimpinan baru di tubuh DPC PKB Asep Saepul Millah. Mantan anggota DPRD Purwakarta ini berharap Ketua DPC PKB harus sosok yang benar-benar mengerti AD/ART partai.

Dikatakan Asep, Neng Supartini sudah tiga periode memimpin DPC PKB Purwakarta, “Maka, harus ada ‘pilot’ baru yang bisa membawa PKB ke arah yang lebih maju. Calon ketua harus faham AD ART partai dan paham betul tentang cara berekspansi partai,” kata Asep saat dihubungi melalui telepon, Senin (17/2) sore.

Dia menambahkan, ketua yang baru harus dibantu oleh seorang sekjen yang bisa melobi ke dua arah. “Ke arah nahdiyin sebagai basis PKB, dan ke masyarakat umum agar bisa direkrut ke PKB,” katanya.

Asep menjelaskan, saat ini ada ghirah dari DPP yang mengindikasikan PKB harus memiliki jargon milenial. Yakni, kata Asep, orang yang betul berjiwa milenial, yang bisa menjangkau semua kalangan, tapi tidak meninggalkan kalangan kyai dan pondok pesantren.

Ghirah dari DPP ini harus disambut oleh seluruh daerah, terutama Purwakarta yang sebentar lagi menggelar Muscab,” ujar Asep. Ditanya apakah siap jika diberi amanah untuk memimpin DPC PKB Purwakarta, Asep menjawab, “Saya siap seribu persen!”

Selain Asep, sejumlah figur lain yang juga disebut-sebut siap menjadi ketua DPC PKB, diantaranya Luthfi Bamala, Abdul Hadi, Sona Maulida, Usep Solihin. Dikabarkan, Neng Supartini pun masih berminat mencalonkan diri.

Sekretaris DPC PKB Purwakarta Usep Solihin mengatakan, dalam Muktamar PKB yang digelar di Bali beberapa waktu lalu, menghasilkan adanya perubahan AD/ART yang berimbas kepada tata cara pelaksanaan muscab.

“Sesuai AD/ART baru, nantinya pemilihan Ketua dalam muscab tak melalui sistem pemungutan suara atau voting. Pengurus DPC yang terpilih, termasuk ketua, adalah mereka yang diusulkan oleh PAC dan unsur NU kepada DPP. Atas usulan itu, DPP menunjuk dan menentukan para pengurus” terang Usep.

Dia menilai sistem penunjukan ini tidak fair. “Sebab, siapa yang secara emosional dekat dengan DPP, itu yang berpeluang menjadi pengurus,” imbuhnya.

Dalam AD/ART baru, juga tak ada batasan bagi seseorang untuk menduduki jabatan ketua, “Bisa dua, tiga, empat periode atau lebih,” kata Usep.(tbs)

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Share-->>>
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Close
PurwasukaNews.com | Jurnalisme Apa Adanya