Ambu-Aming Mulai Tak Akur?

PURWAKARTA, purwasukanews.com – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika-Aming diterpa rumor tak sedap. Baru 17 bulan menjabat, duet ini dikabarkan sudah tak harmonis dalam menjalankan roda pemerintahan.

Rumor disharmonisasi antar kedua public figure ini sudah merebak di media sosial. Malah, Aming dikabarkan sudah jarang berkantor di Pemkab Purwakarta.

Hasil penelusuran purwasukanews, kabar tersebut sudah didengar oleh para wakil rakyat di Gedung DPRD Purwakarta.  Namun sejauh ini belum ada sikap resmi dari lembaga legislatif tersebut.

Riyad Abdul Hanan, praktisi hukum Purwakarta, mengaku sudah lama mendengar rumor soal disharmonisasi antara Ambu-Aming. “Saya melihat ada beberapa indikasi Ambu dan aming sudah tak lagi akur,” kata Riyad, Senin (10/2) pagi.

“Sangat disayangkan (adanya disharmonisasi). Seharusnya keduanya bisa bagi-bagi tugas. Yang memberikan porsi untuk tugas wabup adalah Ambu sebagai bupati. Jangan sampai ada kesan Aming menjadi korban politik. Dimanfaatkan, lalu ditinggalkan,” tandasnya.

Riyad melanjutkan, kendati tak diberi porsi tugas oleh bupati,  Aming tak boleh mati kutu. Aming harus berimprovisasi sesuai dengan tupoksinya.

“Misalnya, sering turun ke lapangan berkomunikasi dengan masyarakat. Jangan mati langkah dan jangan terpuruk. Saya mengapresiasi Wabup Aming. Dai adalah putera daerah Purwakarta,” imbuh Riyad.

Isu disharmonisasi Ambu-Aming sebenarnya sudah dalam pengamatan DPRD. Malah, sudah dibahas dalam sebuah rapat unsur pimpinan yang melibatkan ketua fraksi, ketua komisi, dan pimpinan dewan. Namun pembahasannya tidak secara spesifik.

“Ya, itu  sempat menjadi bahasan dalam rapat pimpinan. Tapi, rapat itu membahas banyak hal, bukan hanya soal disharmonisasi,” terang salah seorang anggota dewan.

Dia mengaku belum ada kabar lanjutan dari pimpinan apa sikap DPRD selanjutnya. “Memang sebaiknya dewan memanggil keduanya untuk klarifikasi,” ujarnya.

Dia juga mendengar kabar Aming sudah jarang masuk kantor dan berniat mundur dari jabatannya sebagai wakil bupati. “Saya dengar Aming jarang masuk kantor, malah akan mundur  dan meminta biaya politik pada pilkada dikembalikan. Ini jelas salah,” ujarnya.

“Aming harus ngantor sebagai bentuk pengabdian. Kan dia digaji oleh negara. Jangan makan gaji buta. Lagi pula, lucu kalau biaya politik minta dikembalikan” tandasnya.

Kepada purwasukanews, Aming membantah jika dia jarang masuk kantor. “Saya tetap masuk kantor kok,” katanya, Senin (10/2) pagi. Dia juga membantah adanya rumor yang menyatakan akan mundur dari jabatannya sebagai wabup. “Tidak. Tidak ada itu. Saya belum pernah menyatakan akan mundur. Saya nikmati saja,” imbuh Aming. (tbs)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Share-->>>
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Close
PurwasukaNews.com | Jurnalisme Apa Adanya