Senyum dan Asa Warga Desa Wisata Cinunuk

GARUT, purwasukanews.com – Senyum Chahridin (42) merekah manakala Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meresmikan kawasan Desa Wisata Cinunuk di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Minggu (26/1/20).

Chahridin tahu betul bahwa Desa Cinunuk –tempat dia lahir, tumbuh, berkembang, dan hidup– punya potensi luar biasa di sektor kepariwisataan.

Keindahan alam Desa Cinunuk tak usah ditanyakan. Deretan sawah dengan lanskap gunung dan pohon kelapa jelas dapat memanjakan mata siapa saja. Kemudian, seni tradisional Boboyongan atau Sukra Ibra lahir di desa berpenduduk sekitar 6.500 itu.

Namun, Desa Cinunuk hanya terkenal dengan wisata religius, yakni Makam Raden Papak dan pemandian 7 mata air. Maka itu, Chahridin menyambut rencana pengembangan Desa Wisata Cinunuk dengan antusias dan optimistis.

BACA JUGA  Target Bebas AIDS 2030, Pemdaprov Jabar - KPA Gagas iAIDS

“Peresmian ini bisa membuat warga desa semangat untuk membenahi wisata yang ada. Tentu, saya berharap pengembangan ini bisa membuat potensi wisata lainnya terangkat. Misal, Boboyongan rutin digelar,” kata Chahridin.

Dalam benak Chahridin, jika pengembangan wisata dan pembangunan sejumlah infrastruktur penunjang kepariwisataan, mulai dari wahana abregan , taman, museum, sampai flying fox, berhasil, Desa Cinunuk kian ramai dikunjungi wisatawan.

Selain itu, di sepanjang jalan desa, berjajar penjual alat kesenian dan atraksi pembuatan rangginang –salah satu kuliner Cinunuk. Lalu, gamelan berdentum setiap akhir pekan atau saat libur panjang tiba.

“Nanti rumah-rumah warga akan dijadikan homestay biar semua merasakan keuntungan dari Desa Wisata ini. Tentu, kami akan membenahi apa saja yang kurang. Karena pada akhirnya, perekonomian dan kesejahteraan warga desa akan terangkat,” ucap Chahridin.

BACA JUGA  1.400 Guru Olahraga se Jabar Ikuti Junior NBA Coaches Academy 2020 di Bandung

Adapun pengembangan Desa Wisata Cinunuk yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar dan Pemerintah Kabupaten Garut bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga desa dengan konsep pemberdayaan masyarakat.‌

Kepala Desa Cinunuk Ade Hermawan mengamini pernyataan dan cerita Chahridin. Menurut Ade, di luar wisata religius, Desa Cinunuk memiliki seni tradisional dan wisata alam yang mesti dikelola dengan baik. Apalagi, Boboyongan sarat akan makna.

“Cerita dari orang tua kami dulu, Boboyongan itu filosofinya masyarakat gerah memiliki pemimpin yang dzalim dan masyarakat menginginkan pemimpin yang adil dan yang mencintai masyarakatnya,” kata Ade.

“Perangkat desa dan warga menganggap pengembangan Desa Wisata Cinunuk adalah anugerah dan ini (merupakan) kebahagiaan. Masyarakat juga (sudah) berdialog dengan Pak Gubernur. Selain peresmian, (pemerintah) membantu sketsa,” tambahnya.

BACA JUGA  Hari Ini, Golkar Rekomendasikan Dedi Mulyadi Jadi Calgub Jabar

Saat ini, menurut Ade, Desa Cinunuk masih minim pendataan. Sehingga, jumlah wisatawan dan perputaran uang di bidang pariwisata tak bisa diketahui. Kendati begitu, dia yakin, perlahan dan pasti, pendataan akan membaik.

“Itu (data wisatawan) belum diatur dengan baik dan belum diuji. Pada intinya, dengan gagasan ini (Desa Wisata Cinunuk), kami akan menertibkan data-data wisatawan yang datang ke desa,” ucapnya. (Rls)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Share-->>>
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
PurwasukaNews.com | Jurnalisme Apa Adanya