Diacuhkan Pemkab, Nata Sutisna Cari Pinjaman untuk Ongkos ke Tunisia

PURWAKARTA, purwasukanews – Nata Sutisna (18), penerima beasiswa perguruan tinggi Tunisia masih bimbang karena upayanya meminta bantuan ke Pemkab Purwakarta tak membuahkan hasil. Dia masih berharap sikap peduli pemkab.

Kepada purwasukanews, Rabu (6/11), Nata menjelaskan bahwa biaya yang diperlukan untuk keberangkatannya ke Tunisia sebesar Rp 11,5 juta. Biaya sebesar itu diantaranya untuk pengurusan visa, tiket pesawat, dan pembelian keperluan sehari-hari seperti kasur.

Biaya sebesar itu harus diterima pantiia di Tunisia paling lambat 1 November 2019. Lantaran keluarganya tak memiliki cukup uang, Nata menyodorkan proposal ke Bupati Purwakarta dan Dinas Pendidikan.

Dia mendatangi kantor Pemkab Purwakarta pada 28 Oktober silam untuk menemui bupati. Namun dia harus kembali pulang karena staf bupati mengatakan ada kesalahan tulis pada proposalnya. Seusai maghrib, Nata kembali mendatangi bupati ke rumahnya di Pasawahan, “Tapi Bu Bupati tak bisa ditemui karena sedang istirahat,” terang Nata.

Pada hari yang sama, dia mendatangi Kantor Dinas Pendidikan. Di sana pun dia bernasib sial. Proposal ditolak karena dengan dalih tak ada anggaran.

Esoknya, 29 November, Nata kembali mendatangi Gedung Pemkab. Namun dia tak berhasil bertemu Bupati Anne Ratna Mustika, “Bupati tak bisa ditemui karena ada acara di luar kota,” terang Nata.

Tak berhasil meminta bantuan dari Pemkab, keluarga Nata tak tinggal diam. Beruntung, Nata mendapat pinjaman dari kerabatnya di Banten, “Kerabat saya juga mendapat uang itu hasil pinjam dari orang lain,” kata Nata.

Setelah mendapat pinjaman, Nata segera mentransfer RP 11,5 juta ke panitia di Tunisia. Saat ditanya jadwal keberangkatan, Nata menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada pemberitahuan.

Hingga saat ini, belum ada respons dari Bupati Purwakarta. Pesan singkat purwasukanews ke sekretaris pribadinya, tak mendapat tanggapan. Sementara itu, Sekda Purwakarta Iyus Permana mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.

Nata Sutisna mendapat bea siswa dari perguruan tinggi Tunisia Institut Superieur de le Civilation Islamique de Tunis jurusan Fikih. Dia tinggal di Kampung Selaawi, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta. Nata tak mampu menutupi biaya keberangkatan karena ibunya hanya penjual nasi.(tbs)

728 x Dibaca
Share-->>>
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •