Banner Atas

Krisis Air, Masyarakat Mandi Pakai Air Galon

Bagikan Berita:

PURWAKARTA, purwasukanews – Kemarau panjang mengakibatkan sejumlah daerah di Purwakarta mengalami kekeringan dan krisis air. Warga terpaksa menggunakan air gallon untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK).

Daerah yang dilanda krisis air, diantaranya di Kecamatan Babakancikao, Campaka, dan Cibatu. Daerah yang yang dilanda kekeringan tersebut merupakan daerah yang belum teraliri air PDAM.

Di Kecamatan Cibatu, daerah yang dilanda krisis air diantaranya Desa Cibukamanah, Wanawali, dan Ciparung. Lebih dari sebulan ini warga sekitar keresahan lantaran sumur-sumur mengering.

Dulu, jika kekeringan melanda, warga Ciparung biasanya memanfaatkan sungai Cilamaya. Namun saat ini air sungai sudah tak lagi layak digunakan karena terkontaminasi limbah pabrik.

Menanggapi krisis air yang melanda Purwakarta, Wakil Ketua DPRD Purwakarta Neng Supartini mengaku merasa prihatin. Dia menyayangkan belum ada aksi apapun dari pemerintah setempat.

“Padahal krisis air sudah melanda sejak beberapa bulan lalu,” kata Neng, Minggu (7/10) siang. Yang membuat Neng geram, lima pabrik yang berada di Desa Ciparung seolah tutup mata dengan keresahan warga.

Padahal, kata Neng, salah satu penyebab keringnya air di pemukiman warga, adalah karena pabrik-pabrik menggunakan instalasi air bawah tanah.

Seharusnya, kata Neng, pabrik membantu warga sebagai bentuk ibadah. Misalnya dengan membuat kran umum. Dananya kan bisa menggunakan dana CSR. Nyatanya selama ini tak ada pabrik yang peduli.

“Sementara pajak air bawah tanah kan tak seimbang dengan penderitaan warga,” tandas Neng.

Dia juga mengimbau kepada lembaga eksekutif agar segera mencarikan solusi atas masalah sosial tersebut, “Ya, misalnya Pemkab Purwakarta mengajak pihak pabrik untuk turut berpartisipasi,” imbuh dia.

Neng berharap pihak pabrik tak melulu mendahulukan sisi komersil, “Sisi sosial dan lingkungan juga harus menjadi concern pihak pabrik. Toh tak ada ruginya membantu warga,” katanya.

Atas desakan warga, Neng mengontak PDAM agar mengirimkan air bersih ke Desa Ciparung. Saat bantuan air datang, warga tak menyia-nyiakannya. Namun sayangnya PDAM hanya mengirimkan satu tangki untuk dua RW.

“Besok saya sebagai unsur pimpinan dewan akan menyurati PDAM agar mengirim air kepada daerah-daerah yang dilanda krisis,” terangnya.

Selain meminta pasokan air, Neng juga akan mempertanyakan ikhwal program PDAM yang akan mengairi daerah di Purwakarta hingga 60 persen, “Sampai sejauh mana program itu akan direalisasikan,” tuturnya.

Neng juga mengimbau agar Purwakarta segera menggelar istighosah dan shalat sunat meminta turun hujan, “Agar kemarau ini tak terlalu menjadi masalah sosial,” katanya.

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Purwakarta terkait langkah apa yang hendak diambil untuk menangani krisis air.(bes)

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Perangi Narkoba, Dewan Apresiasi Kinerja Polres https://t.co/piz8wfBWd4
PurwasukaNews.com
Takut Terjangkit Rabies, Ratusan Binatang Disuntik Massal https://t.co/7hoVodMSxh
Follow PurwasukaNews.com on Twitter