Banner Atas

Disebut-sebut Nikmati Uang Korupsi, Elektabilitas Caleg Petahana Menurun?

Bagikan Berita:

PURWAKARTA, purwasukanews – Kasus korupsi perjalanan dinas fiktif di Setwan Purwakarta belum tentu berpengaruh terhadap tingkat keterpilihan para calon legislatif (caleg) yang kini menjabat sebagai anggota dewan.   

Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Purwakarta Asep Gunawan berpendapat, menanjak atau menurunnya elektabilitas caleg petahana, tergantung dari dua hal.

“Pertama, dilihat dari sisi intensitas pemberitaan. Apakah pemberitaan (soal kasus korupsi) masif atau tidak sampai ke calon konstituen. Jika tak massif, tak ada pengaruhnya sama sekali terhadap (elektabilitas) caleg,” kata Asep.

Jikapun ada pengaruhnya, imbuh dia, mungkin sangat kecil dan tak akan terlalu signifikan. Sisi ini akan tergantung pada penyebaran berita media massa.

Kedua, kata Asep, dari sisi karakter calon pemilih. Pemilih emosional dan ideologis, tentu akan berbeda dengan pemilih rasional. Pemilih seperti itu lebih menitikberatkan kepada aspek persentuhan emosi dan ideologi.

“Bila sudah dirasa karaos dan kahartos eksistensinya sebagai anggota dewan, maka aspek rasional seperti isu korupsi bisa diabaikan,” ujarnya.

Temuan survei Median di Pilgub Jabar 2018 kemarin bisa menjadi rujukan terkait sisi kedua ini. “Median melansir hasil survei bahwa 43,3 persen warga Jabar masih menganggap money politic sbg hal yg wajar. Artinya, ada sekitar 43,3 persen calon konstituen tak akan terpengaruh isu apapun yg menimpa caleg, termasuk isu korupsi,” imbuh Asep.

Dikatakannya, hanya pemilih rasional yang akan terpengaruh isu korupsi. Efeknya bisa berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas caleg. “Namun pertanyaannya, berapa persenkah pemilih dengan karakter rasional di Purwakarta?” ujarnya.

“Hemat saya, walaupun perlu dibuktikan dengan survei serius, pemilih kita masih mayoritas didominasi oleh karakter pemilih emosional dan ideologis. Mungkin hitungannya tak akan melebihi 20 persen,” imbuh Asep.

Komentar nyaris sama dilontarkan Asep Somantri, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Purwakarta. Menurut Asep,  isu korupsi Setwan sangat berpengaruh terhadap turunnya elektabilitas caleg petahana.

“Khususnya di dapil yang konstituennya melek politik dan selalu meng-update berita. Tapi di dapil yang konstituennya tak mengikuti perkembangan berita,  maka hal tersebut kurang berpengaruh,” kata Asep.

Yang penting, imbuh dia, ada kedekatan emosional antara caleg dengan konstituen melalui bantuan-bantuan menjelang Pilkada.

Azhar Aung, praktisi hukum Purwakarta pun berpendapat sama. Dikatakan Azhar, isu korupsi Setwan akan berpengaruh terhadap elektabilitas petahana, bagi masyarakat yang tahu.

“Tapi kadang-kadang pada pemilihan legislatif, faktor ‘amunisi’ malah lebih berpengaruh,” kata Azhar.(bes)

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
STIA LAN Memerdekakan Orang Jalanan https://t.co/sxYeBNNjWV
PurwasukaNews.com
Saepul Rosad Nugraha: “Saya Siap Jadi Pelakor!” https://t.co/FRZLZ97GcF
Follow PurwasukaNews.com on Twitter