Banner Atas

[OPINI]: Padil, Antara Dua Persimpangan

Bagikan Berita:

oleh: Tatang Budimansyah

Senin, 12 Februari 2018, bersama dua pasangan lain, Padil dan Acep Maman ditetapkan KPU sebagai kontestan Pilkada Purwakarta 2018. Bisa dipastikan, bersama dua partai politik pengusungnya, PDIP dan PPP, pasangan ini akan all out agar mampu mendulang suara terbanyak.  

MENDULANG suara bukanlah perkara mudah. Jika salah strategi, bisa-bisa pasangan ini akan terkubur dan harus menerima kemenangan pasangan lain. Jika salah strategi, upaya yang telah dibangun untuk menuju kursi kekuasaan, bakal sia-sia.

Sangat menarik membahas soal Padil. Dia adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) pada kepemimpinan Bupati Dedi Mulyadi. Untuk menduduki jabatan tertinggi di ranah birokrasi ini, pastilah peran Bupati Dedi sangat dominan. Boleh dibilang, Padil adalah anak emas Dedi Mulyadi.

Interaksi politis antar kedua tokoh ini masih terjalin manis sebelum parpol-parpol menentukan dukungan kepada pasangan calon. Padil berharap dia bisa diusung Golkar, partai yang dinaunginya.

Padil semakin percaya diri ketika dalam Rapimda Golkar di Karawang, dia direkomendasikan menjadi calon. Selain dia, Dadan Koswara dan Anne juga mendapat rekomendasi yang sama.

Pada akhirnya Golkar lebih jatuh cinta kepada Anne, istri Bupati Dedi. Bukan cuma Golkar, lima parpol lain merapatkan barisan mendukung Anne yang berpasangan dengan Aming.

Padil beruntung, karena ada tiga parpol lain yang tak sehaluan dengan Golkar, yakni PDIP, PPP, dan Gerindra. Sekadar mengingatkan, PPP adalah satu-satunya parpol pecahan Koalisi Kemerdekaan yang mendukung Anne-Aming.

Tiga parpol lain mantan anggota Koalisi Kemerdekaan yakni Nasdem, Demokrat, dan PKB, say good bye kepada PPP. Koalisi Kemerdekaan hanya menyisakan batu nisan. Mereka memeluk Anne-Aming.

PDIP dan PPP berlabuh ke Padil-Maman, sedangkan Gerindra menjatuhkan pilihan kepada Rustandie-Dikdik. Belakangan, Gerindra gagal menghantarkan Rustandie-Didik ke KPU karena SK ganda dari DPP Hanura.

Ganti Kulit

Ganti kulit? Ya, Padil harus ganti kulit. Andai saja Padil diusung Golkar yang di dalamnya ada peran Dedi Mulyadi yang teramat dominan, tentu bahasannya menjadi hambar.

Menjadi menarik ketika Padil berada dalam posisi seperti saat ini, di mana dia menjadi calon bupati tanpa usungan Golkar. Yang lebih menarik lagi, seterunya ternyata Anne yang sama-sama mendapat rekomendasi hasil Rapimda Karawang.

Adalah fakta bahwa Padil merupakan bagian dari rezim Dedi Mulyadi. Dengan sendirinya, publik Purwakarta (meskipun tidak bisa dipukul rata), sudah kadung menilai bahwa Padil buah pikiran Padil dalam menjalankan roda pemerintahan, merupakan desain Dedi.

Bagi publik yang terpuasi oleh kepemimpinan Dedi, tentu akan mencari figur bupati yang memiliki irama yang sama dengan Dedi. Ketika Dedi menyodorkan sosok pengganti, para pengagumnya (pro Dedi) akan manut.

Dan sosok yang disodorkan adalah Anne Ratna Mustika, istrinya. Bukan Padil Karasoma, bukan pula Zaenal Arifin.

Dengan begitu, tak heran jika pada 27 Juni nanti, pemilih Anne-Aming adalah publik yang menilai bahwa Dedi telah berhasil mempimpin Purwakarta.

Tapi mesti diingat, setiap pemimpin selalu melahirkan pro-kontra. Itu sudah hukum alam. Setiap pemimpin memiliki sisi baik dan sisi buruk. Tergantung siapa yang menilai. Sah-sah saja.

Ada kalangan yang menilai Dedi bukan bupati yang ideal. Mereka menginginkan sosok pengganti Dedi yang kebijakannya bertolakbelakang dengan kebijakan Dedi. Orang-orang kemudian menyebutnya sebagai ‘perubahan’, Purwakarta Baru, atau apapun namanya.   

Dengan demikian, Padil harus berani meyakinkan publik bahwa dia mempunyai sesuatu yang tak dipunyai Dedi. Meskipun bagian dari rezim Dedi,  Padil seyogianya berubah haluan. Itulah yang dimaksud dengan ‘ganti kulit’. Dengan harapan, agar publik yang anti-Dedi mempunyai alasan cukup kuat untuk memilih Padil.   

Jika Padil hanya berkutat pada semangat pengulangan dengan apa yang telah dicapai Dedi, upayanya akan sia-sia. Sebab secara tak langsung dan tak disadarinya, sebenarnya Padil sedang mengkampanyekan seterunya, yakni Anne-Aming.

Salah satu langkah konkret yang bisa diambil pasangan Padil-Maman, adalah menginventarisir program-program dan kebijakan-kebijakan Dedi Mulyadi selama menjadi bupati.

Selanjutnya, program/kebijakan tersebut dipilah. Ya, dipilah, mana program/kebijakan yang berhasil melahirkan simpatik publik, dan mana program yang dianggap hanya lip service dan menuai antipati.

Padil-Maman harus mampu menciptakan program/kebijakan baru sebagai pengganti atau pembaharuan dari program/kebijakan yang menuai antipati tersebut. Dan program itu dijual pada saat kampanye.

Padil tak boleh lupa bahwa Anne-Aming diusung oleh sebagian besar parpol di parlemen Purwakarta. Dipastikan, parpol-parpol pengusung Anne-Aming akan menggerakkan mesinnya secara optimal untuk melibas dua pasangan seterunya.**

Penulis adalah Penikmat Pers

 

    

 

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Tiga Mobil Tabrakan di Tol Cipali, Lima Tewas https://t.co/O7mcKxBRmG
PurwasukaNews.com
Irsyad Nasution Gantikan Ruslan Subanda https://t.co/fy50KQAXQg
Follow PurwasukaNews.com on Twitter