Banner Atas

[OPINI]: Integritas No, Isi Tas Yes!

Bagikan Berita:

oleh: Tatang Budimansyah

Saya bersyukur menjadi warga Kabupaten Purwakartun. Sejak saya menjabat sebagai anggota dewan di kabupaten ini, banyak kenikmatan yang didapat. Nikmat mendapat kehormatan dan nikmat memperoleh uang.

SAYA punya sahabat yang sekarang menjabat sebagai anggota dewan Purwakarta. Ya, Purwakarta. Kabupaten yang namanya mirip dengan Purwakartun.

Kami sama-sama menjabat sebagai anggota dewan. Tapi antara saya dengan rekan saya itu tinggal di kabupaten yang berbeda. Dia di Purwakarta, sedangkan saya di Purwakartun.

Lantaran bersahabat, kami sering berbagi cerita tentang kabupaten masing-masing. Berbagi pengalaman, tentang apa saja sepanjang menjadi wakil rakyat. Kami berinteraksi melalui sambungan telepon.

Pada sebuah subuh berkabut. Ketika daun kecubung yang tumbuh di pinggir rumah masih terbalut butiran embun. Ketika angkasa masih perkasa dengan gulitanya. Sekonyong-konyong hand phone berdering.

Rupanya rekan saya yang memanggil. Saya balas sapaannya, “Halo, ada apa brow? Subuh hari sudah menelpon!” tanya saya sambil menguap.  

Gak ada apa-apa. Cuma mau menyapa aja. Bay de wey, gimana situasi di DPRD Purwakartun? Saya baca di purwakartunnews.com, kabarnya sedang ramai soal kasus korupsi anggaran perjalanan dinas ya?” tanyanya.

“Betul, saya dan anggota dewan lainnya baru saja dipanggil Kejari.”

“Makanya, jadi wakil rakyat itu jangan berbuat amoral, hehehehe,” kata rekanku. Dia mencoba berkelakar, tapi kalimatnya itu menghunjam sampai ke ulu hati.

Tidak heran jika dia berujar begitu. Saya tahu, semua wakil rakyat di Purwakarta adalah sang pengabdi. Berintegritas, dan bersih dari perbuatan amoral. Mereka benar-benar bekerja mewakili rakyat.

Di Purwakartun, kondisinya jauh berbeda. Saya dan 44 wakil rakyat lainnya tak terlalu hirau dengan integritas, loyalitas, kapabilitas, dan tas-tas lainnya. Itu mah urusan nomor ke 351. Urusan nomor satu bagi saya adalah isi tas.  

Purwakartun di mana saya berada, memang menjadi sorga bagi wakil rakyat. Dan nyatanya saya senang dan bangga menjadi wakil rakyat Purwakartun. Makanya saya saat ini mulai ancang kaki untuk kembali ikut dalam Pileg 2019.

Saya sudah siapkan sekian rupiah uang. Seperti biasa, pragmatisme masyarakat Purwakartun akan saya manfaatkan untuk mendulang suara. Strategi yang bakal saya terapkan, ya bagi-bagi uang kepada warga di daerah pemilihan saya.

Saat Pileg yang lalu juga begitu. Saya tebar uang, dan alhamdulillah, saya meraih suara signifikan. Pileg memang perlu ongkos politik. dan yang paling menguras kocek adalah ongkos untuk money politic.

Tak apalah. Berapa pun yang mesti dikeluarkan, toh akhirnya akan kembali juga saat duduk di kursi dewan. Malah kocek yang kembali lebih besar daripada yang dikeluarkan. Bukan cuma kembali modal, tapi meraup untung, hehehe.

Ada yang bilang, wakil rakyat Purwakartun periode saat ini, adalah wakil rakyat terburuk sepanjang sejarah di kabupaten ini. Sebodo amat lah. Mau buruk kek, mau busuk kek. Yang penting saya enjoy. Kapan lagi saya bisa merasakan kenikmatan duniawi, kalau tidak sekarang? Mumpung masih menjadi wakil rakyat!

Ingat, jabatan dewan hanya 5 tahun. Nah, selama lima tahun itu saya harus menggunakan jurus aji mumpung. Mumpung punya jabatan, mumpung menyandang gelar ‘yang terhormat’. Dengan jurus itu saya mesti mengeruk kocek.

Benar kata rekan saya. Saat ini Purwakartun memang sedang diguncang skandal korupsi perjalanan dinas. Saya dan semua anggota dewan yang lain dipanggil Kejari. Oya, meskipun lembaga yudikatif ini berada di Purwakartun, namanya tetapi Kejari, bukan Kejartun kok.

Perjalanan dinas, kunjungan kerja, atau bimtek, adalah momen yang terindah. Saya diperlakukan seperti raja. Akomodasi komplet sudah ditanggung. Di daerah tujuan, saya dihormati. Ingat, saya adalah wakil rakyat. Camkan itu!

Inilah momen di mana saya bisa jalan-jalan sepuasnya. Menikmati bumi Indonesia yang gemah ripah loh jinawi. Pada beberapa kali bimtek, saya mengajak serta keluarga. Saya ajak istri, anak, mertua, bibi, paman, dan sepulu.

Saya ingin mereka merasakan nikmatnya jalan-jalan dengan menggunakan uang negara. Saya juga ingin mereka tahu sedemikian kerennya menjadi anggota dewan.

Di kamar hotel, biasanya saya dan rekan-rekan menghabiskan waktu untuk ngerumpi. Apa saja topik yang dibahas? Tentang apa saja. Tentang tipe handphone keluaran terbaru, misalnya.

Di hotel, saya malas membahas soal bimtek. Itu kan acara seremonial. Asal setor muka saja ketika acara sedang berlangsung, itu sudah lebih dari cukup. Yang penting tandatangan sebagai bukti kehadiran.

Dari pada membahas materi bimtek, di kamar hotel saya lebih senang meriung bersama rekan-rekan bermain kartu remi. Itu pekerjaan yang paling mengasyikkan. Bisa berlangsung hingga subuh hari.

Sepanjang kunjungan kerja, saya dan rekan-rekan sering juga me…..

“Haloooo, kok bengong?” Wealah, saya lupa bahwa saat ini sedang menerima panggilan telepon rekan saya dari Purwakarta. “Oya, kita mengobrol sampai di mana tadi? Maaf saya baru bangun tidur, masih lulungu,” saya berbohong.

“Ya sudah, kalau begitu saya pamit dulu,” Ujar rekan saya. Sejurus kemudian, sambungan telepon terputus. Saya menggeliat. Beranjak dari tempat tidur.

Subuh masih berkabut.  Daun kecubung masih terbalut butiran embun. Angkasa masih perkasa dengan gulitanya. Saya menelpon sejumlah rekan sesama anggota dewan Purwakartun.

“Halo, soal kasus korupsi perjalanan dinas, pokoknya kita harus cari strategi terbaik supaya bisa terhindar dari jerat hukum. Ok brow? Kita harus berusaha agar tak menjadi tersangka seperti Hastun dan Rifatun,” kata saya.

Angkasa sudah tak lagi gulita. Saya siap berangkat ke kantor. Sepatu mengilat, stelan jas mentereng, dan emblim berwarna keemasan, sudah siap kukenakan. Dengan busana itu, saya tampak lebih gagah dan berkharisma.**    

Penulis adalah penikmat pers

      

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Tiga Mobil Tabrakan di Tol Cipali, Lima Tewas https://t.co/O7mcKxBRmG
PurwasukaNews.com
Irsyad Nasution Gantikan Ruslan Subanda https://t.co/fy50KQAXQg
Follow PurwasukaNews.com on Twitter