Kalah Digugat Kades di PTUN, Pemkab Purwakarta Ajukan Banding

Bagikan Berita:

PURWAKARTA, purwasukanews – Pemkab Purwakarta akan melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta setelah kalah digugat Kepala Desa Sukatani Asep Sumpena.

Pihak pemkab beserta kuasa hukumnya tengah sibuk melakukan koordinasi sebelum berkas banding dilayangkan. Dadang Supriyadi, kuasa kuhum Pemkab Purwakarta menerangkan, sesuai aturan hukum, upaya banding akan dilakukan maksimal 14 hari setelah putusan PTUN diketuk.

Dikatakan Dadang, pihaknya tetap menghormati putusan PTUN sebagai lembaga peradilan, “Saya yakin putusan hakim sudah obyektif dan cermat. Hakim tak berat sebelah dan memperhatikan nilai-nilai hukum dan keadilan,” kata Dadang, Jumat (22/12).

Namun demikian, setelah menelaah putusan, Dadang menilai ada beberapa pertimbangan hukum majelis hakim yang  tak sependapat dengannya, “Untuk itulah kami mengajukan banding,” kata Dadang.

Dadang tak merinci pertimbangan hukum yang dimaksudnya. Yang jelas, kata dia, dalam proses banding pihaknya akan mengajukan keberatan atas putusan PTUN.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Purwakarta harus merehabilitasi martabat Asep Sumpena, Kepala Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani Purwakarta, menyusul keputusan PTUN yang memenangkan Asep atas gugatannya.

Bukan sekadar merehabilitasi nama baik Asep, bupati juga wajib mencabut keputusannya No 14.1/Kep 434-DPMD/2017 tentang Pemberhentian Asep dari jabatannya sebagai Kepala Desa Sukatani.

Masalahnya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sudah kadung mengeluarkan surat keputusan untuk kepala desa pergantian antar waktu (PAW) hasil pemilihan kepala desa (pilkades) beberapa waktu lalu.

“Bupati harus melaksanakannya selambatnya 14 hari setelah keputusan PTUN,” kata Agus Supriyatna, kuasa hukum Asep Sumpena. Jika tidak, pihaknya akan mengambil langkah, “Bisa saja kami melaporkan kasus ini ke Mendagri,” Agus.

Asep Sumpena resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Kades Sukatani oleh bupati pada 5 Juni 2017. Dia dituding menyelewengkan dana desa. Asep menilai pemberhentian dirinya tak sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku.

Tak puas dengan keputusan bupati, Asep mendaftarkan gugatannya ke PTUN Bandung pada 27 Juli 2017. Dan pada 14 Desember 2017 silam, PTUN mengabulkan gugatan Asep.(bes)

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Dinkes: “Virus Singapura di Gandasari Bukan Kejadian Luar Biasa” https://t.co/yEx4fbjfXF
PurwasukaNews.com
Butuh Biaya Operasi Rp 1,4 Miliar, Permata Galang Dana untuk Azahra https://t.co/FFjUGXzMLh
Follow PurwasukaNews.com on Twitter