Banner Atas

Kasus Korupsi Anggaran Dewan, Masyarakat Akan Kawal Kinerja Kejari

Bagikan Berita:

PURWAKARTA, purwasukanews – Mantan anggota DPRD Purwakarta Awod Abdul Gadir mengaku akan mengawal proses hukum kasus dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas DPRD Purwakarta. Dia berharap Kejaksaan Negeri (Kejari) serius menangani kasus tersebut.

“Saya berharap Kejari bukan sedang melakukan pencitraan dan gebrakan semata. Kejari mesti serius menegakkan keadilan. Saya dan masyarakat Purwakarta akan terus memantau kasus ini,” kata Awod, Kamis (5/4) dini hari.

Setelah rampung memeriksa seluruh anggota dewan, Awod ingin melihat apakah ada  tindaklanjut dari Kejari. “Bila melihat fakta pemeriksaan dan data yang ada di Kejari, maka proses hukum kasus ini tak harus memakan waktu terlalu lama,” katanya.

Awod yang saat ini tergabung dalam Gerakan Masyarakat (Gema) Purwakarta akan mendatangi Kantor Kejari apabila tindaklanjut proses hukum tak jelas. “Kita lihat minggu depan,” tandasnya.

Dia melanjutkan, bila melihat data dan fakta, tak ada alasan bagi Kejari untuk menentukan unsur pimpinan dan anggota dewan menjadi tersangka. “Untuk itu saya berpesan kepada Kajari mohon tidak main-main, sebab kinerja anda dipantau ratusan ribu masyarakat Purwakarta,” imbuh Awod.

Komentar serupa diungkapkan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (Permata), Dion Murdiono. Dia mengatakan, hingga saat ini dia percaya dengan kinerja Kejari.

“Tapi kalau terus bertele-tele (penanganannya), bukan hanya Permata, tapi seluruh masyarakat akan bertanya-tanya apa yang sesungguhnya terjadi di Kejari,” katanya.

Dia berharap Kejari menuntaskan kasus yang saat ini menjadi perbincangan publik Purwakarta tersebut. “Karena masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan, dan diharapkan bisa menyentuh lembaga eksekutif,” imbuh dia.

Dion meyakini  akan ada tersangka baru dari lembaga legislatif, bukan hanya dari unsur sekretariat.  Itu pun apabila Kejari memiliki keberanian. “Kalau tidak ada yang menjadi tersangka, pasti ada yang bermain,” katanya.

Dia menambahkan, anggaran di dewan tidak akan bisa dicairkan bila tidak ada pemegang kebijakan. Pasti ada yang menandatangani agar anggaran tersebut bisa dicairkan.

Kasus korupsi anggaran di DPRD Purwakarta, menurut Dion, sangat mencoreng wajah Purwakarta, “Ini dilakukan secara berjamaah. Wakil rakyat sangat memalukan. Ini sejarah kelam buat Purwakarta,” lanjut dia.

“Permata mendukung Kejari menyelesaikan permasalahan ini. Kami akan mendatangi kantor Kejari secepatnya sebagai bentuk dukungan kepada institusi tersebut,” ujar Dion.

Saat ini, Kejari tengah meminta keterangan para anggota dewan atas kasus yang menyeret Hasan dan M Rifai menjadi tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta Syahpuan menargetkan pemeriksaan rampung pekan ini.

Kajari menjelaskan bahwa pihaknya perlu memeriksa anggota dewan, “Ini dilakukan untuk mengetahui prosedur penggunaan anggaran dan ke mana anggaran tersebut mengalir,” katanya.

Pihaknya memerlukan pendalaman sebelum keluar surat P 16 A, yakni Surat Perintah Penunjukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menyelesaikan perkara tindak pidana.

“Keterangan dari para anggota dewan diperlukan sebelum berkas dua tersangka dilimpahkan ke Pengadilan,” kata Kajari.

Ikhwal apakah pihaknya sudah menemukan indikasi adanya tersangka baru, Kajari menjelaskan bahwa semua tergantung hasil BAP.(bes)

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Perangi Narkoba, Dewan Apresiasi Kinerja Polres https://t.co/piz8wfBWd4
PurwasukaNews.com
Takut Terjangkit Rabies, Ratusan Binatang Disuntik Massal https://t.co/7hoVodMSxh
Follow PurwasukaNews.com on Twitter